July 28, 2011

Pelajaran Agama Kelas XII Bab 2

Hari ini, Kamis 28 Juli 2011, ada pelajaran Agama tadi. Seperti biasa kalau pelajaran agama, gw, Nuri yang Katolik, dan Yohana sama Junifar yang Kristen "mengungsi" ke tempat lain buat pelajaran. Haha! *JK MySpace
Tadi pelajarannya seperti biasa di perpustakaan. Hahaha.



Tadi agamanya sudah masuk bab 2, Memperjuangkan Kebenaran. Judulnya bagus, apalagi tadi pas baca ceritanya Anthony de Mello. Bagus banget! MySpace  Seperti biasa, cerita-cerita dan sajak-sajaknya bagus! Haha! #nolebay.
Nih ceritanya sedikit. Judulnya Raksasa Di Sungai.  MySpace

RAKSASA DI SUNGAI

Imam di desa terganggu doanya karena anak-
anak ramai bermain-main di sebelah rumahnya.
Untuk menghalau anak-anak itu ia berseru:
"Hai, ada raksasa mengerikan di sungai bawah sana, Bergegaslah ke sana!
Nanti kamu akan melihatnya sedang menyemburkan api lewat lubang hidungnya."

Sebentar saja semua orang di kampung 
sudah mendengar tentang munculnya raksasa itu.
Mereka cepat-cepat berlari menuju sungai.
Ketika imam itu melihat hal ini, ia ikut bergabung 
bersama banyak orang.
Sambil berlari sepanjang jalan menuju ke sungai
yang enam kilometer jauhnya, ia kembali berpikir:
"Memang benar, aku sendiri yang membuat cerita.
Tetapi barangkali benar juga, ... siapa tahu?"

Sumber: A. de Mello, SJ. BBurung Berkicau. CLC

Bagaimana menurut kalian? Bagus?
Kalau aku sih bagus. Selalu bagus! Ini lagi ceritanya mandan lucu.
Imamnya itu sendiri yang membuat dusta, eh tapi malah dia penasaran dengan dusta yang ia buat sendiri. Ia heran kenapa orang-orang tadi kok ramai sekali pergi ke sungai. 
Kita pasti juga berpikir seperti dia kalau kita menjadi dia, "Wah, kok ramai sekali sih? Emang beneran ada naga ya?"
Ini sama saja, kita berbohong, tapi kita juga kemakan dengan kebohongan kita sendiri.  MySpace  

Nah loh! Pernah gak ngalamin kaya gitu? Kalau gw sih pernah, tapi gak sering banget a.k.a jarang.
Jadi intinya itu berbohong itu gak baik! Semuanya pasti sudah tahu itu. Tuhan sendiri juga yang berbicara demikian kepada kita, "Jangan bersaksi dusta." Memang motif kita membuat kebohongan itu bermacam-macam. Ada yang alih-alih demi kebaikan, ada yang gak mau kena malu, ada yang gak mau terlibat dalam suatu masalah, ada yang mau menjatuhkan orang lain, ada yang memang sudah hobinya bohong (wah parah bangpol!), dan masih banyak lagi.

Awalnya memang kita bisa "bersih" melakukannya, ya nama lainnya kesenangan jangka pendek. Ini adalah bentuk kesenangan dimana kesenangan yang kita rasakan dan dapatkan itu efeknya hanya sementara saja, di awal doank. Ini sama saja seperti pepatah, Bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian.
Ehbuset! Pepatah yang sangat menyesatkan! Padahal efek dari dusta itu parah banget.

Efeknya ya jelas kebalikan dari kesenangan jangka pendek, yaitu bencana jangka panjang. Apa saja misalnya? Misalnya kalau kita sering sekali berdusta, teori labelling akan bekerja dan akan memberi kita label tukang bohong or tukang berdusta, lalu ada label lagi, yaitu label orang yang gak bisa dipercaya,  terus banyak teman-teman kita yang akan menjauhi kita.

Itu efek untuk kita. Kalau untuk orang lain bisa lebih parah lagi. Misalnya kalau di pengadilan, kalau kita memberikan kesaksian palsu a.k.a berdusta, nyawa orang lain bisa melayang. Lalu juga orang lain tersebut bisa dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya oleh karena fitnah yang beredar karena kita.
MySpace

Itu sekian dulu dari kebohongan. Haha! Ada lagi nih yang bagus lagi, tentang kebenaran. Tapi namanya hanya kutipan.
Ini kutipannya:
Ada kalanya kebenaran tidak perlu disebut-sebut, karena bila disebut akan berdampak buruk. Diam atau menyimpan kebenaran tidak otomatis berdusta. Orang harus menggunakan lidahnya dengan baik dan bijaksana.

Waktu gw baca kutipan itu, JLEB SREK!   MySpace
Gw langsung instropeksi. Jujur deh gak bohong. #nodusta

Gw instropeksi tentang status gw yang kubuat pas hari Sabtu minggu lalu, tepatnya setelah nonton pertunjukkan di sekolah tetangga sebelah sekolahku.

Gw liat pertunjukkannya dari jam 8 sampai selesai, dan untungnya gw, gw liat acaranya pas mau acara puncak. Acara puncaknya BAGUSE BANGPOL! Gak dusta deh ane, demi Tuhan. 2 jempol lah kalau aku. Orang lain juga banyak yang ngomong bagus, termasuk temen-temen sekolahku yang ikutan nonton sampai selesai. Dan aku pasang status yang intinya muji sekolah itu karena pertunjukkan bagusnya, tanpa ada kata-kata nyindir sekolahku loh, ingat! Nah, liat home, home, home, eh ada temenku pasang status yang lebih parah. Isinya gak hanya muji sekolah itu, tapi juga nyindir sekolahku, nyesel katanya bla bla bla bla. Komen-komenannya juga kaya  orang lagi berantem. Nah statusku juga ramai, aku ya berargumen dengan fakta-fakta yang  kuat. Tapi ada yang mancing emosi, jadinya  ya aku kepancing. Terus aku komen pedes banget tentang sekolah gw. (gak mau tak sebut, frontal) Itu gw komen kaya gitu karena liat status temen gw. No dusta! Tapi ya ada orang lain yang tiba-tiba komen dengan nyolotnya tanpa dipikir. Dan  bla bla bla bla, dan kaya gitu lah.

Itu salah satu pengalamanku tentang kebenaran. Gw bikin status fakta, benar! Ya memang fakta dan benar, karena gw liat pertunjukkan itu dengan mata kepala sendiri dan mendengar dari orang-orang lain yang ada juga dari sekolahku juga ngomong kalau itu bagus.
MySpace
Gw lantas muji. Tapi sepertinya gw salah. Salah dimana?
SALAH TEMPAT! Nah itu tuh, salah tempat. Gw sebenarnya gak salah seperti itu. Itu namanya DEMOKRASI. Demokrasi dalam hal menyatakan pendapat, argumen, pikiran baik secara tertulis maupun lisan. Gw berdemokrasi dalam bentuk tertulis. Tuh buktinya.

Tapi sepertinya gw yang terlalu lengob. Kenapa gw berdemokrasi di jejaring sosial. Sudah tahu jejaring sosial itu membawa bencana jika kita berdemokrasi di situ. Masih lebih baik twitter dalam hal jejaring sosial untuk tempat curhat a.k.a berdemokrasi.

Jadi, itu sudah terbukti kalau kebenaran terkadang tidak usah disebut-sebut. Kebenaran dan kejelekkan mempunyai persamaan. Apa itu? Yaitu sama-sama tidak perlu dibicarakan! Tidak selamanya hal-hal baik itu akan berakibat baik kepada diri kita. Contohnya ya ini, walaupun gak parah-parah banget.

Dan terkadang, ada hal-hal yang lebih baik tetap tidak diketahui oleh orang banyak daripada diketahui oleh orang banyak tetapi malah membawa bencana dan penderitaan kepada kita. Jadi kita itu jangan asal curhat. Kita olah dulu pakai akal kita apakah hal tersebut patut dicurhatkan atau tidak. Jika tidak, ya lebih baik tidak daripada membawa bencana.

Dan juga kita harus berhati-hati dalam menggunakan mulut kita. Ingat pepatah, MULUTMU, HARIMAUMU  dan MULUT LEBIH TAJAM DARI SEBUAH PEDANG. Apa yang keluar dari mulut itu bisa jauh lebih menyakitkan apa yang keluar dari tangan kita (bogem). Karena sakit yang ditimbulkan itu bukan sakit fisik lagi, tapi sakit secara psikologis dan mental. Bukan gila loh ya. Haha!

Mudah-mudahan gw bisa berubah dari kejadian itu, meskipun aku tidak sepenuhnya salah.


Huaaahh! Panjang juga ternyata. Haha!
Sekian dulu ya, readers dan visitors. Ngantuk banget nih, padahal besok libur. Haha! MySpace
Good night!  MySpace

4 comments:

Vifiana P said...

APIK LAY

Dionisius Dhika said...

Hahaha! Terima kasih, bleh! (y)

Anonymous said...

hubungannya ngantuk sama besok tidur apa? -_-" #gajelas :p

Dionisius Dhika said...

perasaan besok libur deh bukan ngantuk. Hahah :D